Saturday, July 7, 2007

separuh cerita di kalimantan (2)

huff...
selesai sudah perjalan ini....
perjalanan yang menyenangkan dan berkesan...
hehe...
bersama tim yang keren maut..
mau mengucapakan terimakasih yang begitu besar kepada kepada Ir Joni Subrata atas bimbingannya dan Anton atas kerjasamanya selama survey..
(nice work!!)

huh.. edun euy.. hari ke 3 dan ke4 ternyata hari yang paling melelahkan...
akhirnya saya dan anton melakukan survey ke rumah2 penduduk di sekitar kawasan sungai jingah dan kelurahan kuin utara...

wah hari itu cuaca di banjarmasin lagi tidak jelas... kadang hujan kadang pula terik panas... haha.. untung tidak sakit...
terima kasih atas kebaikan bapak lurah dan bapak2 staffnya yang mau menemani kami berkeliling ke rumah2 penduduk...

hoho.. akhirnya saya menguasai sedikit bahasa banjar (masyarakat asli dsana)...
bahasa yang lucu yang mirip2 jawa, mirip sunda dan lain2x...
tapi ada yang khas dari bahasa tersebut.. yaitu diakhir kata biasanya diimbuhi oleh "kah" atau "lah".

biasanya imbuhan "lah" digunakan untuk kalimat tanya seperti contohnya bila kita mau bertanya "mau kmana?" maka akan menjadi "mau kmanalah?" atau "berapa?" menjadi "berapalah?"..

kemudian imbuhan "kah" biasanya digunakan untuk pernyataan seperti contohnya "ke kelurahan kuin!" menjadi "ke kelurahan kuinkah!" dan kalau mau menawar ojek/klotok/angkutan pakai kata kah biar lebih murah contiohnya "harga 10.000 pak" menjadi "harga 10.000kah pak" hehe.. dasar sotoy...

btw ternyata survey disini masyarakatnya ramah-ramah dan baik2...
walaupun ada satu orang yang benar2 menyebalkan... haha,... begini ceritanya..
si mbak2 yang kami survey ini masi muda tapi tampangnya benar2 judes.. saat wawancara kami terlihat sangat dicurigai dan semua pertanyaan dijawab dengan 1 kata...
setelah itu kami diusir dengan tanpa boleh mendokumentasikan rumahnya...
hehe... sabar2x...

huh... ternyata memang benar seperti yang diperkirakan... perumahan tradisional yang berada di muka air (lanting) maupun bantaran sungai sepertinya sedikit demi sedikit akan dimusnahkan karena mengganggu keindahan kota..
tapi sependapat dengan masyarakat setempat, itu merupakan ciri utama kota banjarmasin yang teramat sayang untuk dimusnahkan... banyak masyarakat setempat yang memprotes kebijakan pemerintahan baru di banjarmasin ini... padahal pemerintah dahulu sebelum pergantian walikota sempat mencanangkan program 1000 lanting...coba mimpi itu dapat hadir kembali...
kota banjarmasin yang menyaingi venezia....
hehe...


-maaf cuma dikit, lagi ngantuk..
-selamat bermimpi...

sumber gambar : koleksi pribadi

7 comments:

zehn said...

kok cuma cerita , oleh2nya mana?

auLL said...

keknya asih tuh

Moriez <> said...

to zhen
mau zhen.. ada ni..
to Aull
iya ul.. asik!!!
hehe2x

Catuy said...

udah ngerasain sate rusa belum di banjar masin....???

ternyat kahim ngeblog juga toh...

Miira said...

K,

yg masalah bhs bjm,

kebalik..

"kah" itu buat pertanyaan, "lah" itu buat nawar..
he3

makasih lah kak'ai

hhe

miira said...

btw, udah nyoba patin bakar blm k?

enak lhoo

pupuk organik said...

pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik